Banyak lowongan sekarang meminta lamaran dikirim lewat email. Kelihatannya sepele, tinggal lampirkan CV lalu kirim. Tapi pemberi kerja bisa menerima puluhan email untuk satu lowongan, dan email yang subjeknya tidak jelas, isinya kosong, atau lampirannya berantakan sering terlewat begitu saja.
Panduan ini menjelaskan cara melamar kerja lewat email dari awal sampai akhir: persiapan, format subjek, isi email, lampiran, cara kirim dari HP, kesalahan yang sering terjadi, sampai contoh email follow up dan balasan undangan interview. Semua contoh bisa kamu salin lalu sesuaikan.
Siapkan dulu sebelum menulis email
Sebelum membuka aplikasi email, pastikan lima hal ini sudah siap.
1. Alamat email yang wajar
Pakai alamat yang memuat nama aslimu, misalnya gabungan nama depan dan nama belakang. Kalau sudah dipakai orang lain, tambahkan angka sederhana. Hindari alamat yang memakai nama panggilan lucu, nama idola, atau kata-kata yang tidak berhubungan dengan dirimu. Kalau alamat email lamamu kurang pantas, buat akun baru khusus untuk melamar kerja.
2. CV dalam bentuk PDF
Pastikan CV sudah rapi, maksimal dua halaman (satu halaman cukup untuk lulusan baru), dan disimpan sebagai PDF. Belum punya CV? Baca cara bikin CV tanpa pengalaman kerja atau lihat berbagai contoh CV per profesi. Kalau ingin memeriksa CV yang sudah ada, kamu bisa mampir ke halaman cek CV.
3. Surat lamaran (kalau diminta)
Sebagian lowongan meminta surat lamaran terpisah. Kalau tidak diminta, isi email itu sendiri sudah berfungsi sebagai surat lamaran singkat.
4. Berkas pendukung
Siapkan hasil scan atau foto yang jelas dari berkas yang biasa diminta, misalnya ijazah, transkrip, sertifikat, atau portofolio. Simpan semuanya di satu folder supaya mudah dicari saat melampirkan.
5. Instruksi di iklan lowongan
Ini yang paling sering dilewatkan. Baca ulang iklan lowongannya dan catat:
- Alamat email tujuan (salin-tempel, jangan diketik ulang supaya tidak salah huruf).
- Format subjek yang diminta, kalau ada.
- Berkas yang wajib dilampirkan dan formatnya.
- Batas waktu pengiriman.
Kalau iklan memberi instruksi khusus, ikuti persis. Pemberi kerja sering memakai instruksi ini untuk menyaring pelamar yang teliti.
Langkah melamar kerja lewat email
Secara garis besar, urutannya seperti ini:
- Isi alamat tujuan di kolom "Kepada" atau "To".
- Tulis subjek sesuai format lowongan, atau pakai format umum di bagian berikutnya.
- Tulis salam pembuka, misalnya "Yth. Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan]".
- Tulis isi email singkat: posisi yang dilamar, sumber info lowongan, sedikit tentang dirimu, dan daftar lampiran.
- Lampirkan berkas dalam bentuk PDF dengan nama file yang jelas.
- Tulis penutup dan tanda tangan email: salam, nama lengkap, nomor HP.
- Periksa ulang semua bagian, lalu kirim di jam kerja.
Tujuh langkah ini akan dibahas satu per satu di bawah.
Format subjek email lamaran kerja
Subjek adalah hal pertama yang dilihat pemberi kerja. Subjek yang baik langsung menjawab dua pertanyaan: lamaran untuk posisi apa, dan dari siapa.
Kalau lowongan tidak memberi format, pakai pola ini:
Lamaran Kerja – [Posisi] – [Nama Lengkap]
Contoh lain sesuai situasi:
| Situasi | Contoh subjek |
|---|---|
| Lowongan umum | Lamaran Kerja – Admin Gudang – [Nama Lengkap] |
| Lowongan dengan kode | Lamaran Kerja – Kasir (KSR-01) – [Nama Lengkap] |
| Lowongan menyebut format sendiri | Ikuti persis, misalnya "CS_Nama Lengkap_Kota" |
| Melamar magang | Lamaran Magang – Staf Administrasi – [Nama Lengkap] |
| Info dari BKK sekolah atau job fair | Lamaran Kerja – Operator Produksi – [Nama Lengkap] – Info BKK [Nama Sekolah] |
Hindari subjek seperti "CV", "Lamaran", "Mohon dibaca", atau subjek kosong. Hindari juga huruf kapital semua dan tanda seru, karena terkesan berteriak dan mudah masuk folder spam.
Isi email: singkat, sopan, dan jelas
Isi email lamaran tidak perlu panjang. Cukup 3–5 paragraf pendek yang bisa dibaca dalam satu layar HP. Strukturnya:
- Salam pembuka. "Yth. Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan]," atau "Dengan hormat,".
- Paragraf pembuka. Posisi yang kamu lamar dan dari mana kamu tahu lowongannya.
- Paragraf tentang dirimu. Pendidikan terakhir dan satu atau dua pengalaman atau kemampuan yang paling cocok dengan lowongan.
- Daftar lampiran. Sebut berkas yang kamu lampirkan.
- Penutup. Harapan untuk interview dan ucapan terima kasih.
- Tanda tangan email. Nama lengkap, nomor HP/WhatsApp, dan kota domisili.

Semua contoh di bawah adalah ilustrasi. Ganti bagian dalam kurung siku dengan datamu sendiri, dan ubah ceritanya sesuai pengalamanmu.
Contoh isi email untuk lulusan SMA/SMK
Yth. Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan],
Saya [Nama Lengkap], lulusan SMK [Nama Sekolah] jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran tahun [tahun]. Berdasarkan informasi lowongan di [sumber] pada [tanggal], saya ingin melamar posisi Admin Kantor.
Selama praktik kerja lapangan tiga bulan, saya membantu mengarsip dokumen, menginput data ke Microsoft Excel, dan menerima telepon tamu. Saya terbiasa bekerja teliti dan rapi dalam mengelola data.
Bersama email ini saya lampirkan:
- CV
- Scan ijazah dan transkrip nilai
- Sertifikat PKL
Saya berharap dapat diberi kesempatan untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya. Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu.
Hormat saya, [Nama Lengkap] [Nomor HP/WhatsApp] [Kota]
Untuk CV yang cocok dengan contoh ini, lihat contoh CV admin kantor.
Contoh isi email untuk lulusan kuliah baru
Yth. Bapak/Ibu Tim Rekrutmen [Nama Perusahaan],
Perkenalkan, saya [Nama Lengkap], lulusan D3 [Jurusan] dari [Nama Kampus] tahun [tahun]. Saya ingin melamar posisi Staf Keuangan yang saya lihat di [sumber].
Saat magang di bagian keuangan sebuah perusahaan distribusi, saya membantu mencocokkan bukti transaksi dengan catatan kas dan menyiapkan rekap pengeluaran mingguan. Di kampus, saya juga aktif sebagai bendahara himpunan mahasiswa.
CV dan berkas pendukung saya lampirkan dalam format PDF. Saya siap mengikuti tes atau interview sesuai jadwal yang Bapak/Ibu tentukan.
Terima kasih atas perhatiannya.
Salam, [Nama Lengkap] [Nomor HP/WhatsApp]
Lihat juga contoh CV staf keuangan dan contoh CV mahasiswa magang.
Contoh isi email kalau sudah punya pengalaman kerja
Yth. Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan],
Saya [Nama Lengkap], ingin melamar posisi Customer Service sesuai lowongan di [sumber].
Saat ini saya bekerja sebagai kasir di sebuah toko ritel selama dua tahun. Setiap hari saya melayani pelanggan, menangani pertanyaan dan keluhan sederhana, serta mencocokkan uang kas di akhir shift. Saya ingin mengembangkan kemampuan melayani pelanggan di posisi customer service.
CV dan surat lamaran saya lampirkan dalam email ini. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Hormat saya, [Nama Lengkap] [Nomor HP/WhatsApp]
Lihat juga contoh CV customer service.
Contoh isi email untuk melamar magang
Yth. Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan],
Saya [Nama Lengkap], mahasiswa semester [angka] jurusan [Jurusan] di [Nama Kampus]. Saya ingin mengajukan permohonan magang di bagian [Bagian] untuk periode [bulan–bulan tahun], sesuai informasi program magang di [sumber].
Di kampus, saya pernah menjadi panitia acara himpunan di divisi publikasi, sehingga terbiasa membuat konten media sosial dan mengatur jadwal unggahan. Saya ingin belajar langsung bagaimana pekerjaan ini dijalankan di tempat kerja.
Bersama email ini saya lampirkan CV, surat pengantar dari kampus, dan transkrip nilai sementara. Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.
Hormat saya, [Nama Lengkap] [Nomor HP/WhatsApp]
Kalau kampus atau sekolahmu mewajibkan surat pengantar, pastikan surat itu ikut dilampirkan karena biasanya menjadi syarat administrasi magang.
Contoh email kalau tidak ada lowongan yang dibuka
Kadang kamu ingin bekerja di tempat tertentu, tapi tidak melihat iklan lowongan. Kamu tetap boleh mengirim lamaran, asal alamat emailnya memang untuk urusan rekrutmen atau kontak umum resmi tempat itu. Bedanya, kamu perlu menjelaskan posisi yang kamu minati dan alasannya.
Yth. Bapak/Ibu Pimpinan [Nama Tempat Usaha],
Saya [Nama Lengkap], lulusan SMK jurusan Tata Boga tahun [tahun]. Saya sering menjadi pelanggan di [Nama Tempat Usaha] dan tertarik untuk bergabung sebagai helper dapur bila ada kebutuhan tenaga kerja di waktu mendatang.
Selama prakerin di dapur sebuah restoran, saya membantu persiapan bahan, menjaga kebersihan area kerja, dan mengikuti standar porsi yang ditentukan. CV saya lampirkan sebagai bahan pertimbangan.
Terima kasih atas waktunya, Bapak/Ibu.
Hormat saya, [Nama Lengkap] [Nomor HP/WhatsApp]
Lihat juga contoh CV helper dapur. Jangan berharap balasan cepat untuk lamaran seperti ini, dan jangan mengirim ulang terlalu sering.
Contoh tanda tangan email
Tanda tangan email cukup tiga sampai empat baris. Tidak perlu gambar, kutipan motivasi, atau stiker.
Hormat saya, [Nama Lengkap] [Nomor HP/WhatsApp] [Kota domisili]
Kalau kamu punya portofolio online yang relevan, misalnya untuk desainer grafis atau admin media sosial, tambahkan satu baris tautan portofolio. Lihat contoh CV desainer grafis dan contoh CV social media untuk gambaran isi yang biasanya ditonjolkan.
Sopan tanpa terdengar kaku
Email lamaran memakai bahasa sopan, tetapi tidak harus penuh kalimat panjang yang berbelit. Bandingkan:
| Terlalu kaku atau berbelit | Lebih jelas |
|---|---|
| "Dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini bermaksud untuk mengajukan permohonan lamaran pekerjaan..." | "Saya ingin melamar posisi Kasir di [Nama Toko]." |
| "Adapun pengalaman yang saya miliki adalah sebagai berikut..." | "Selama PKL, saya terbiasa melayani pembeli dan menghitung kembalian." |
| "Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenar-benarnya..." | "Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu." |
Kalimat pendek lebih mudah dibaca di layar HP, dan pemberi kerja bisa langsung menangkap intinya.
Kalimat yang sebaiknya dihindari
- "Saya sangat butuh pekerjaan ini." Lebih baik tunjukkan apa yang bisa kamu kerjakan.
- "Siap ditempatkan di posisi apa saja." Terkesan belum tahu apa yang kamu cari. Sebut satu posisi.
- "Mohon segera dibalas." Pemberi kerja punya proses sendiri.
- Bahasa chat seperti "gan", "kak", "min", atau singkatan "yg", "dgn", "utk".
Lampiran: format, nama file, dan ukuran
Pakai PDF
PDF menjaga tampilan CV-mu tetap sama di HP atau laptop mana pun. File Word bisa berubah posisi teks dan hurufnya saat dibuka di perangkat lain. Kirim Word hanya kalau lowongan memintanya.
Beri nama file yang jelas
Bayangkan pemberi kerja mengunduh lampiran dari puluhan pelamar. File bernama "CV.pdf" atau "IMG_2034.jpg" akan sulit dicari lagi. Pakai pola: jenis berkas, posisi, nama.
| Kurang jelas | Lebih jelas |
|---|---|
| CV.pdf | CV – Kasir – Nama Lengkap.pdf |
| scan1.pdf | Ijazah – Nama Lengkap.pdf |
| IMG_2034.jpg | Sertifikat PKL – Nama Lengkap.pdf |
| surat lamaran final revisi 2.docx | Surat Lamaran – Kasir – Nama Lengkap.pdf |

Jaga ukuran file tetap kecil
Penyedia email membatasi ukuran lampiran. Gmail, misalnya, membatasi lampiran sampai 25 MB per email; file yang lebih besar dikirim sebagai tautan Google Drive (sumber: Bantuan Gmail). Untuk lamaran, usahakan total lampiran jauh di bawah batas itu. Hasil foto HP biasanya besar, jadi ubah ke PDF dan kompres bila perlu. Kalau lowongan menyebut batas ukuran sendiri, ikuti batas itu.
Gabungkan atau pisahkan?
Ikuti instruksi lowongan. Kalau tidak ada instruksi, CV sebaiknya file sendiri, sedangkan berkas pendukung (ijazah, transkrip, sertifikat) boleh digabung jadi satu PDF supaya lampiran tidak terlalu banyak.
Cara mengubah berkas jadi PDF dari HP
Tidak punya scanner? Kamu tetap bisa membuat PDF yang rapi dari HP:
- CV dari aplikasi pengolah kata. Aplikasi seperti Google Docs, Microsoft Word, atau WPS Office di HP punya pilihan simpan atau unduh sebagai PDF.
- Ijazah dan sertifikat. Pakai fitur pindai dokumen, misalnya di aplikasi Google Drive (Android) atau aplikasi Catatan dan File (iPhone). Fitur ini merapikan sudut foto dan menyimpannya sebagai PDF.
- Foto biasa. Kalau terpaksa memotret, letakkan kertas di permukaan datar dengan cahaya terang, potret tegak lurus dari atas, lalu potong bagian yang tidak perlu sebelum diubah ke PDF.
Setelah jadi, buka lagi file PDF-nya dan pastikan semua tulisan terbaca jelas, termasuk nomor ijazah dan nama.
Lampiran yang perlu hati-hati
Jangan kirim foto KTP, KK, atau data pribadi sensitif lain kalau tidak diminta. Kalau diminta, pastikan dulu lowongan dan alamat emailnya asli. Penipu sering memakai email gratisan yang meniru nama perusahaan besar. Pelajari tandanya di 8 ciri lowongan penipuan.
Cara mengirim email lamaran dari HP
Banyak pelamar tidak punya laptop, dan itu tidak masalah. Langkah umumnya di aplikasi email seperti Gmail:
- Simpan CV dan berkas PDF di penyimpanan HP atau Google Drive.
- Buka aplikasi email, ketuk tombol tulis email baru.
- Tempel alamat tujuan yang sudah kamu salin dari iklan lowongan.
- Tulis subjek dan isi email. Supaya rapi, kamu bisa menulis dulu di aplikasi catatan, lalu salin.
- Ketuk ikon penjepit kertas untuk melampirkan file, lalu pilih file PDF-mu.
- Tunggu sampai semua lampiran selesai terunggah.
- Periksa ulang, lalu ketuk kirim.

Tips tambahan dari HP:
- Hapus tanda tangan otomatis seperti "Dikirim dari HP saya" dan ganti dengan nama serta nomor HP.
- Matikan koreksi otomatis sebentar kalau sering mengubah nama atau istilah dengan salah.
- Kirim percobaan ke email sendiri untuk melihat tampilan isi dan lampirannya sebelum mengirim ke perusahaan.
Kalau lowongan memakai formulir online
Sebagian tempat kerja tidak meminta email, tetapi formulir online atau halaman lamaran di situs mereka. Prinsipnya sama dengan email:
- Isi semua kolom wajib dengan data yang sama seperti di CV. Perbedaan tanggal atau nama tempat kerja bisa menimbulkan pertanyaan.
- Siapkan jawaban untuk kolom isian bebas, misalnya "Kenapa kamu tertarik dengan posisi ini?". Tulis dulu di aplikasi catatan, baca ulang, baru tempel ke formulir.
- Unggah berkas dalam format dan ukuran yang diminta. Formulir sering menolak file yang terlalu besar.
- Simpan bukti pengiriman, misalnya tangkapan layar halaman "terima kasih" atau email konfirmasi otomatis.
Pastikan formulir itu memang milik tempat kerja yang kamu tuju. Formulir yang meminta data sensitif di awal, seperti nomor rekening, PIN, atau kode OTP, adalah tanda bahaya.
Etika mengirim email lamaran
- Satu email untuk satu lowongan. Jangan menggabungkan lamaran untuk beberapa posisi dalam satu email.
- Jangan kirim massal dengan CC. Kalau kamu melamar ke beberapa perusahaan, kirim email terpisah ke masing-masing. Alamat perusahaan lain yang terlihat di CC membuat lamaranmu terkesan asal sebar.
- Kirim di jam kerja. Pagi sampai sore di hari kerja lebih baik daripada tengah malam. Kalau menulis malam hari, pakai fitur jadwal kirim.
- Jangan kirim ulang berkali-kali. Kalau ada lampiran yang tertinggal, kirim satu email susulan singkat dengan subjek yang sama dan permintaan maaf, lalu cukup.
- Perhatikan batas waktu. Lamaran yang masuk setelah lowongan ditutup sering tidak diproses.
Kesalahan yang sering terjadi
| Kesalahan | Kenapa jadi masalah | Perbaikannya |
|---|---|---|
| Subjek kosong atau hanya "CV" | Sulit dicari dan bisa dikira spam | Pakai format posisi dan nama |
| Isi email kosong | Terkesan asal kirim | Tulis 3–5 kalimat singkat |
| Lampiran lupa dipasang | Lamaran tidak bisa dinilai | Lampirkan dulu sebelum menulis isi |
| Salah nama perusahaan | Terlihat menyalin dari lamaran lain | Cek nama di salam dan isi email |
| Lampiran berupa foto miring atau buram | Sulit dibaca | Scan rapi dan simpan sebagai PDF |
| File terlalu besar | Email gagal terkirim atau lambat dibuka | Kompres file sebelum dikirim |
| Memakai alamat email kurang pantas | Kesan pertama kurang serius | Buat email baru dengan nama asli |
| Mengirim di luar instruksi lowongan | Bisa langsung disaring | Ikuti format subjek dan berkas yang diminta |
Setelah email terkirim
Cek folder "Terkirim"
Pastikan email benar-benar ada di folder Terkirim dan lampirannya tercantum. Kalau ada pesan gagal kirim, cek lagi alamat tujuan.
Catat lamaranmu
Buat catatan sederhana: nama perusahaan, posisi, tanggal kirim, dan alamat email tujuan. Saat ada telepon dari nomor tidak dikenal, kamu bisa langsung tahu lowongan mana yang sedang dibahas.
Follow up dengan sopan
Kalau belum ada kabar setelah kira-kira satu minggu kerja, kamu boleh mengirim satu email follow up. Balas di utas email yang sama supaya pemberi kerja bisa melihat lamaran awalmu.
Yth. Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan],
Saya [Nama Lengkap], pada [tanggal] mengirim lamaran untuk posisi [Posisi]. Saya ingin menanyakan apakah lamaran saya sudah diterima dan bagaimana tahap seleksi selanjutnya.
Saya tetap tertarik dengan posisi ini dan siap mengikuti proses berikutnya. Terima kasih atas waktunya.
Hormat saya, [Nama Lengkap] [Nomor HP/WhatsApp]
Cukup sekali. Kalau tetap tidak ada kabar, lanjutkan melamar ke tempat lain.
Kalau lupa melampirkan berkas
Panik karena baru sadar CV tidak terlampir? Tenang, ini bisa diperbaiki. Balas email pertamamu (supaya tetap satu utas), lampirkan berkasnya, lalu tulis singkat:
Yth. Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan],
Mohon maaf, pada email sebelumnya CV saya belum terlampir. Bersama email ini saya lampirkan CV untuk lamaran posisi [Posisi]. Terima kasih atas pengertiannya.
Hormat saya, [Nama Lengkap]
Jangan mengirim ulang seluruh lamaran sebagai email baru, karena bisa membingungkan dan membuat lamaranmu tercatat dua kali.
Kalau ingin membatalkan lamaran
Kadang kamu sudah diterima di tempat lain sebelum ada kabar dari lamaran ini. Memberi tahu dengan sopan membantu pemberi kerja dan menjaga nama baikmu, karena siapa tahu suatu hari kamu ingin melamar lagi di sana.
Yth. Bapak/Ibu HRD [Nama Perusahaan],
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk posisi [Posisi]. Dengan berat hati, saya ingin mengundurkan diri dari proses seleksi karena sudah menerima tawaran kerja di tempat lain. Semoga Bapak/Ibu segera mendapatkan kandidat yang tepat.
Hormat saya, [Nama Lengkap]
Membalas undangan interview
Kalau kamu menerima undangan interview lewat email, balas secepatnya untuk mengonfirmasi.
Yth. Bapak/Ibu [Nama Pengirim],
Terima kasih atas undangan interview untuk posisi [Posisi]. Saya mengonfirmasi akan hadir pada [hari, tanggal], pukul [jam], di [lokasi atau tautan online].
Sampai bertemu, Bapak/Ibu.
Hormat saya, [Nama Lengkap] [Nomor HP/WhatsApp]
Kalau jadwalnya bentrok, sampaikan dengan sopan dan tawarkan dua pilihan waktu lain. Lalu mulai siapkan jawaban untuk pertanyaan pembuka yang hampir selalu muncul; baca cara menjawab "Ceritakan tentang dirimu".
Satu catatan keamanan: undangan interview yang asli tidak meminta kamu membayar biaya apa pun, dan tidak meminta kamu datang ke lokasi yang tidak jelas. Kalau ada yang janggal, cek dulu sebelum berangkat.
Ceklis sebelum menekan tombol kirim
- Alamat email tujuan sudah benar (disalin dari iklan lowongan)
- Subjek berisi posisi dan nama lengkap, atau sesuai format lowongan
- Salam memakai nama perusahaan yang benar
- Isi email 3–5 kalimat: posisi, sumber info, sedikit tentang diri, daftar lampiran
- Semua lampiran berformat PDF dengan nama file yang jelas
- Ukuran lampiran tidak terlalu besar
- Tanda tangan email berisi nama dan nomor HP aktif
- Tidak ada salah ketik, terutama di nama dan nomor HP
- Sudah kirim percobaan ke email sendiri (opsional, tapi membantu)
- Lowongan sudah kamu cek keasliannya
Melamar kerja lewat email sebenarnya soal rapi dan teliti. Subjek yang jelas, isi singkat yang sopan, dan lampiran PDF yang tertata sudah membuat lamaranmu lebih mudah dibaca dibanding banyak pelamar lain. Yang tidak kalah penting adalah isi CV-mu sendiri, jadi pastikan CV yang kamu lampirkan sudah siap.
Ngobrol dengan AI 5 menit, CV rapi langsung jadi. Gratis, tanpa watermark.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa subjek email lamaran kerja yang benar?
Apakah boleh mengirim email lamaran tanpa isi, hanya lampiran?
Lampiran sebaiknya PDF atau Word?
Jam berapa sebaiknya mengirim email lamaran?
Berapa lama menunggu balasan sebelum follow up?
Artikel ini untuk informasi umum. Nama, angka, dan contoh adalah ilustrasi.



